#289 De Grote Postweg: Kreativitas Mendunia dari Belanda untuk Jawa

De Grote Postweg tiada lain adalah nama untuk sebuah jalan raya membentang dari ujung barat pulau Jawa ke ujung timur pulau Jawa. Kalau Anda memperhatikan garis merah pada peta di atas, itulah jalur De Grote Postweg yang membentang melintasi pantai utara Jawa dari Anyer menuju Panarukan.

De Grote Postweg alias Jalan Raya Pos tidak begitu terkenal dikalangan masyarakat jawa, karena jalan ini lebih dikenal sebagai Jalan Daendels. Daendels yang memiliki nama lengkap Willem Herman Daendels adalah seorang Gubernur Jenderal dari Belanda yang menginjakan kakinya di pulau jawa pada tahun 1808. De Grote Postweg membentang kurang lebih 1000 km, yang difungsikan Daendels untuk melindungi Jawa dari agresi Britania.
Banyaknya jalur terjal yang dilalui De Grote Postweg,menjadikan pembuatan jalan ini memakan banyak korban. Bahkan pada tahun 2005, seorang novelis bernama Pramoedya Ananta Toer membuat novel  setebal 128 halaman yang menceritakan secara detail pembuatan De Grote Postweg sebagai Jalan Daendels.
Terlepas dari kontrovesinya, De Grote Postweg harus diapresiasi sebagai hasil kreativitas seorang  Belanda yang meletakan infrastruktur pertama di pulau Jawa. Dulu, nama De Grote Postweg begitu mendunia dengan prestasinya, karena merupakan jalan terpanjang didunia. Selain itu, waktu pembuatan De Grote Postweg dapat dibilang singkat. Bayangkan saja proyek jalan sepanjang 1000 km ini, selesai dalam waktu satu tahun. Luar biasa, bukan!
Sepeninggal Belanda di Indonesia, nama De Grote Postweg masih saja mendunia. Pada tahu 1955, sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika, berlangsung di Gedung Merdeka Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika. Jalan Asia-Afrika ini tiada lain merupakan bagian dari De Grote Postweg yang melintasi kota Bandung. Pada tahun 2005, kembali, De Grote Postweg menjadi saksi bisu sejarah Konferensi International yang sama.
Tak kalah penting, De Grote Postweg merupakan urat nadi perekonomian masyarakat jawa, dulu dan sekarang. Empat kota besar yang dilalui De Grote Postweg yaitu Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya tumbuh menjadi pusat-pusat perekonomian di pulau Jawa.
Sekarang De Grote Postweg sudah berusia dua abad lebih, tepatnya 2004 tahun dari massa pembangunannya. Akankah prestasi luar biasa dulu, akan terulang pada masa sekarang? Kita tunggu saja.
– ditulis oleh Surya Gumilar
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under entri, kompetiblog2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s